Showing posts with label Lorenzo. Show all posts
Showing posts with label Lorenzo. Show all posts

Monday, August 22, 2011

Lorenzo Ungkapkan Rindu buat Indonesia Via Twitter

Jakarta - Jorge Lorenzo terlibat sangat aktif dengan para penggemarnya di Twitter. Melalui saluran itu pula, juara dunia MotoGP 2010 itu mengungkapkan kerinduannya dengan Indonesia.

Lorenzo memang sangat populer di Indonesia. Tengah pekan lalu, Lorenzo menuliskan di akunnya bahwa 36,4 persen pengikutnya (followers) berasal dari Indonesia. Angka ini masih lebih besar dari pengikutnya yang berasal dari Spanyol.

Lorenzo pun menyadari popularitasnya yang tinggi di Indonesia. Mungkin atas alasan itulah, pada Minggu (21/8), pembalap Yamaha itu menuliskan "Aku rindu Indonesia". Kontan, tweet ini di-retweet oleh ratusan followernya.

Ketika ada seorang follower yang menanyakan apakah Lorenzo juga kangen dengan Bali, pria Spanyol itu membalas lagi, "Ya, sangat! Saya sangat menikmati liburan terakhir saya di sana. Mengagumkan."

Lorenzo terakhir ke Bali pada awal tahun ini. Selain itu, Lorenzo juga mengunjungi Pulau Komodo di Nusa Tenggara. Dari sana, Lorenzo beberapa kali mengunggah foto kegiatannya.

Lantas, ada sebuah akun yang menyarankan agar Lorenzo tidak cuma mengunjungi Bali bila ke Indonesia, tetapi mencoba juga obyek wisata seperti Raja Ampat di Papua atau Derawan di Kalimantan.

Terlepas apakah tweet-tweet Lorenzo di atas adalah bagian dari public relations atau bukan, yang jelas popularitas Lorenzo cukup membantu dunia lebih mengenal Indonesia serta keindahan alamnya.

Thursday, July 7, 2011

Yamaha Menang Berkat Rasa Percaya diri Pembalap

Jakarta - Dalam dua balapan terakhir, duo Yamaha Ben Spies dan Jorge Lorenzo berhasil menutup lomba dengan kemenangan. Casey Stoner menilai bahwa hasil itu berkat rasa percaya diri kedua pembalap, bukan peningkatan pada motor.

Di MotoGP Belanda dan MotoGP Italia, Stoner harus menyaksikan kemenangannya direbut oleh duo Yamaha yakni Spies dan Lorenzo.

Rentetan kemenangan beruntun yang dibukukan pembalap Australia itu terhenti di Assen setelah dia kalah dari The Elbowz. Sementara di Italia, Stoner yang memimpin hampir di sepanjang lomba akhirnya bisa disalip oleh Lorenzo di seperempat balapan terakhir.

Dilansir dari Motorcycle News, Stoner berpendapat bahwa hasil gemilang Yamaha tersebut ditentukan oleh kepercayaan diri kedua pembalapnya, bukan terletak pada aspek motor.

"Saya pikir Jorge membalap dengan rasa percaya diri yang lebih. Tetapi saya tak melihat motor mereka menunjukkan performa lebih baik. Saya berada di belakang mereka beberapa kali dan sepertinya motor mereka masih tetap sama saja," jelas juara dunia 2007 itu.

"Orang tidak menyadari bahwa tidak ada perbedaan besar di antara motor yang ambil bagian di balapan ini. Semua motor memiliki kapabilitas untuk meraih kemenangan dan semua pembalap melakukan yang terbaik," ujar pembalap Honda itu.

"Di Le Mans, Yamaha pada umumnya kompetitif tapi tahun ini tidak. Di Catalunya mereka bisa bisa di posisi kedua dan ketiga. Semua bergantung kepada rasa percaya diri pembalap masing-masing dan juga set-up. Namun, saya pikir Yamaha akan terus berusaha keras untuk menjadi yang terdepan," pungkasnya.

Monday, June 27, 2011

Lorenso Berharap Simoncelli dapat Hukuman

Assen - Jorge Lorenzo marah besar dengan Marco Simoncelli usai MotoGP Belanda. Rider Yamaha itu pun minta Simoncelli dihukum karena berpotensi membahayakan pembalap lain.

Dalam balapan yang juga disaksikan langsung oleh wartawan detikSport Rossi Finza Noor yang diundang ke Assen oleh PT Yamaha Motor Kencana Indonesia, Simoncelli yang start dari posisi terdepan, kehilangan kendali motornya pada lap pertama dan terjatuh.

Jatuhnya pembalap San Carlo Honda Gresini tersebut ikut berdampak buruk untuk Lorenzo yang ada di sisinya. Lorenzo ikut terjatuh dan keduanya berakhir di tepi lintasan.

Baik Lorenzo maupun Simoncelli akhirnya memang bisa melanjutkan balapan kendati kehilangan waktu berharga. Lorenzo finis keenam sedangkan Simoncelli di posisi sembilan.

"Anda tidak perlu melihat tayangan ulangnya. Aku melihatnya secara live saat di atas motorku. Dan ia memang tidak sengaja membuatku terjatuh, tapi tampaknya ia tidak banyak berpikir," sungut Lorenzo seperti dikutip Autosport.

"Aku pikir ia sudah belajar dari segala kontroversi yang ia ciptakan di masa lalu, tapi jelas-jelas tidak demikian," ceplosnya lagi.

Gaya membalap Simoncelli sebelum ini memang sudah menuai kritik karena dinilai terlalu agresif. Terlebih ia pernah terlibat insiden serupa yang bikin Dani Pedrosa dari Honda cedera.

"Ia masih serampangan seperti biasanya dan untungnya aku tidak cedera, aku baik-baik saja dan bisa mengais sedikit angka. Tapi jujur saja jika ia tidak mengubah sikapnya, di masa depan ia akan bikin pembalap lain cedera."

"Jika aku berada di komite keamanan (pembalap), aku akan mencabut lisensinya untuk beberapa balapan, tapi aku hanya seorang pembalap dan aku tidak punya kuasa membuat keputusan tersebut," cetus Lorenzo.